JANGAN BIARKAN KOSONG
Kosong selalu berkonotasi dengan hal-hal yang negatif yang membuat
orang terkadang kesel, menyedihkan, kecewa, menyeramkan, bahkan menyakitkan. Seperti kantong kosong
membuat kepala pening. Kandungan kosong membuat pasangan suami istri kecewa,
perut kosong membuat seseorang menahan sakit, omong kosong membuat orang
menjadi sebel, dan rumah kosong membuat orang takut karena menyeramkan.
Begitupun dengan jiwa yang kosong membuat seseorang menjadi sakit jiwanya
sehingga bukan saja membahaykan dirinya tapi juga orang lain.
Jiwa yang kosong adalah manakala kita merasakan ada sesuatu yang
hilang dalam diri kita namun kita tak tahu jawabannya apa yang hilang tersebut.
jiwa adalah bagian yang bukan jasmaniah (immaterial) dari
seseorang. Aagama mengajarkan bahwa Tuhan adalah pencipta jiwa.
Oleh karena itu ketika kita meraskan kosong jiwa berarti kita sedang jauh dari Allah
Tuhan semesta alam. Dalam
jiwa manusia yang kosong ia tidak tahu apa yang seharusnya dilakukan dalam kehidupan.
Ia terombang-ambing dalam ketidakmengertian. Tidak tahu kemana arah hidupnya.
Ia tidak mengerti tentang siapa dirinya . Dalam
jiwa yang kosong timbullah kesesatan
berpikir. Yang salah dijadikan teman setia, yang benar dijadikan sebagai
musuh besar. Itulah yang
terjadi saat ini bukan karena dia bodoh tetapi karena juhnya hubugannya dengan
pencipta. Mereka lebih senang mengejar dunia (materi ) tetapi tidak berusaha untuk
mendekati Sang pemilik dunia itu sendiri.
Banyak oarng yang tampak lahiriahnya religius bahkan
simbol-simbol agamapun melekat di tubuhnya agar terkesan lebih religius namun
sebenranya jiwanya kosong. Dia mendukung kedzoliman yang sebenarnya dia sudah
tahu kalau itu dzolim, terkadang ia menjatuhkan seseorang yang benar namun
karena berani menentang Sang Majikan yang dzolim, maka tak sungkan orang
tersebut diserang dan dijatuhkan. Mengapa bisa terjadi demikian? Mungkin karena
ketika belajar agama tak sampai ke dalam jiwa.
Oleh karena itu jangan biarkan jiwamu kosong kosong. Ibarat
teko yang kosong maka dia tidak akan memberikan manfaat apapun kecuali sebagai
pajangan yang memberikank eindahan sekilas mata memandang, namun bila dibiarkan
dia akan berdebu bahkan bisa jadi terjatuh tertiup angin karena ringan tiada
beban dan akhirnya pecah maka lenyaplah keindahannya. Namun jangan juga diisi
sampai penuh dan dibiarkan dalam waktu yang lama tak pernah dituang, maka itupun
tak membawa manfaat bahkan mendatangkan penyakit .
Oleh karena itu pertama yang harus kita lakukan
adalah luruskan niat karena Allah dalam segala hal. Maka ketika kita dicaci,
dimaki, dihina, diuji hati akan tetap tegar melangkah, jwa tetap tenang dalam
mengarungi kehidupan. Tapi sebaliknya mana kala niat kita karena mansia, maka jiwa
akan gersang manakala pujian tak kunjung datang.
Kedua sekuat tenaga berusaha untuk meninggalkan maksiat.
Maksiat adalah dosa. Ketika jiwa bersarang
dosa maka terlukislah noktah hitam yang melekat yang sulit untuk dihapus
karenanya.
Yang ketiga perbanyaklah istighfar memohon ampun kepada
ALLAH subhanahu Wata’ala atas segala khilaf dengan kesungguhan rasa bukan
sekedar kata.
Keempat perbanyaklah menuntut ilmu agama. Ilmu yang
dapat megantarkan kita kpeada Nya. Dengan ilmu kita mengetahui bahwa ayat-ayat
Alah adalah suatu kebenaran sehingga kita menjadi insan yang taat pada Robbul
Izzati, sehingga Allah akan menuntun
kita pada jalan kebenaran.
Berikutnya adalah tadaburi Al Qur’an karena Al Qur’an
adalah pedoman kehidupan, petunjuk jalan kebenaran, obat dari jiwa-jiwa yang
kosong. Dari Al Quran kita bisa beajar kisah orang-orang terdahulu yang bisa
kita ambil hikmahnya.
Ke enam Laksanakanlah sholat malam. Karena ibadah di
waktu malam adalah waktu –waktu yang asik untuk kita berkomunikasi dengan
Allah. Ibadah pada saat kesunyian malam akan membawa ketenangan dalam iwa.
Ke tujuh Jangan lupa untuk berdoa kepada Sang Pemilik
Hati . Mohonlah padanya agar jiwa ini diberi ketenangan yang dapat membuat
hidup kita bahagia. Berdoalah memohon pertolongan
kepadaNya. Allah sentiasa menanti doa kita kita. Rawatlah jiwa kita
dengan doa agar tak lagi gersang.
Kedelapan da’wah
kepada manusia dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan masyarakat sekitar. Ibarat Teko tadi ketika dibiarkan terisi
penuh tanpa dituangkan untuk orang lain minum, maka tak akan memberi arti.
Namun mana kala kita tuangkan walaupun habis kita dapat menambah dengan yang
baru. Artinya ketika kita berda’wah maka kita akan berusaha untuk menmabah
pengetahuan dan wawasan kita untuk kita berikan pada diri sendiri dan juga
orang lain sehingga seantiasa diri menjadi pribadi yang berkualitas.
Kesembilan Istiqomahlah. Artinya lakukan hal di atas
secara terus menerus. Karena amalan yang disulai Allah adalah amalah yang
dilakukan terus-menerus walau sedikit. Beristiqomahlah melakukan kebaikan. Amal kebaikan yang dilakukan akan memberi kesan pada jiwa.
Dan jiwa tidak akan terasa kosong lagi. Apabila hal tersebut biasa kita
lakukan namun sehari saja kita tinggalkan maka disitu kita akan merasakan ada sesuatu
yang hilang. Seolah-olah kita kita merasakan kegersangan hati, maka darinya
istiqomahlah.
Suganda Indra
11th
Day #ChallangeReliKabang

Komentar
Posting Komentar