MENJADI PRIBADI YANG MANFAAT
MENJADI
PRIBADI YANG MANFAAT
Oleh
: Suganda Indrawijaya
Lelaki
paroh baya itu Nampak sibuk dalam kesehariannya. Pagi-pagi ia sudah memanaskan
kendaraan roda duanya yang sudah delapan tahun menemaninya. terlihat dari plat
nomor dan kondisi kendraannya Waktu menunjukan
pukul tujuh kurang, dipaculah sepeda motornya dengan tidak begitu kencang
sambil membonceng istrinya. Rupanya pasangan suami istri itu bertugas sebagai guru
di tempat yang berbeda.
Abi
orang biasa memanggilnya dari anak-anak sampai orang dewasa. Bahkan
keluarganyapun memanggilnya Abi. Tadinya Aku mengira namanya Abi, ternyata
salah Nama Aslinya adalah Muhammad Haidar Al Mustofa. Mereka adalah orang
Betawi . Kata Si Doel ” anak Betawiitu rajin mengaji .” Dan memang menurut cerita
dari tetangganya sejak muda Abi rajin mengaji tidak seperti pemuda yang lainnya
yang kerjanya suka nongkrong. Namun ia bukan lulusan pesantren karena
orangtuanya tak mengizinkannya untuk belajar di Pesantren, mungkin karena Abi
adalah anak laki-laki satu-satunya.
Diam-diam
aku kagum dengannya. Sebab walau usianya mendekati kepala lima , namun dari
guratan wajahnya masih terlihat muda, hanya Nampak terlihat lelah. Mungkin disebabkan bekerja seharian. Bekerja. Dari Jam 7 pagi dan kembali ke rumah sekitar jam 5 sore.
Bahkan ba’da magrib sampai jam 8 malampun beliau masih mengajar anak-anak ngaji
di rumahnya yang masih ngemper di rumah orangtuanya. Pun demikian beliau tak
pernah minder apalagi mengeluh, karena menurutnya kebahgian bukan diukur dari
mewah tidaknya rumah yang dimiliki, bukan pula luas tidaknya halaman rumah,
bukan pula kendaraan mewah.
Pernah
suatu hari kutanyakan : “ Bi.. Apa yang membuat Abi Nampak masih terlihat muda,
dan enggak pernah kelihatn susah,
padahal mohon maaf yah Bi, motor yang Abi punya motor tua, rumahpun tidak luas”.
Dengan tersenyum Abi menjawab : “ Dibawa Happy saja Bang. Yang membuat hidup
kita bahagia adalah manakala hidup kita ini bermanfaat untuk orang lain.” Oleh karena itu lanjutnya, jadikanlah waktu yang diberikan oleh Allah
dapat membawa manfaat untuk orang lain.” So, jadikanlah hidupmu bernmafaat
untuk orang lain agar kau temukan bahagia di sana. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
خَيْرُ
الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ
“Sebaik-baik manusia
adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani,
ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul
Jami’ no:3289).
Catatan
Harian :
9th
Day ChallangeReliKabTang

Saya suka gaya bertuturnya...tp ada beberapa kata yang typo...mungkin bisa di perbaiki ya ..keren 👍👍👍👍
BalasHapus