NO  BAPER

  • Suatu sore di sebuah kedai kopi kami berbincang-bincang dengan Kawan lama. Banyak hal yang kami bicarakan sampai curhat tentang diri, pekerjaan, sampai kepada rekan kerja.

    Kawan lamaku Sodikin namanya, dia curhat tentang rekan kerjanya yang selalu baperan sehingga banyak yang temen kerjanya yang dibuat jengkel karenanya bahkan menimbulkan konflik yang berkepanjangan yang berujung pada pemutusan hubungan kerja karena tak tahan dengan sikap orang tersebut.

    Waktu tak terasa berlalu.Haripun mulai senja saatnya kami kembali ke ruma masing-masing. Yah obrolan kami  tentang baper  nampaknya menjadi kajian buat kami.

    Yah,  Baper adalah sebuah kata yang baru-baru ini muncul dan menjadi trending topik alias yang sering digunakan oleh anak-anak muda, bahkan diikuti pula oleh orang dewasa masa kini. Baper adalah sebuah kata singkatan dari kalimat “bawa perasaan”.

    Lalu apa yang menyebabkan orang bisa baperan ? menurut bebrapa pendapat bahwa penyebab baper diantaranya adalah  terlalu menggangap serius suatu masalah. Padahal kalau ditanggapi biasa-biasa saja suatu masalah menjadi bukan lagi suatu masalah. Sikap egois  atau merasa benar sendiri  terkadang menyebabkan seorang menjadi baperan, sehingga ketika melihat hal yang berbeda dari keinginannya maka hatinya menjadi terluka.

    Hal berikutnya yang menyebabkan seseorang baperan adalah mungkin karena seseorang tersebut sedang mengalami masalah. Sehingga apapun yang dirasakan tidak mengenakan baginya terlebih hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginan hatinya. Berlebihan dalam menanggapi sesuatu sehingga ia menggunakan persaannya yang begitu mendalam hingga menimbulkan emosi jiwa. Terlalu banyak menghayal sesuatu  yang tidak mungkin terjadipun dapat menyebabkan seseorang menjadi baper. Ia berfikir seandainya aku begini, aku begitu akan terjadi seperti ini dan itu

    Baper bisa juga disebabkan karena seseorang kurang pandai mengkomunikasikan sesuatu sehingga ia berbicara bukan mulut dan pikirannya tetapi mulut dengan perasaannya. yang terkadang menimbulkan persepsi yang berbeda hingga menyebabkan terjadinya konflik.

    Seseorang yang baperan akan menyebabkan orang akan menjadi males untuk melakukan sesuatu kegiatan atau tidak “mood” dalam melakukan sesuatu. Orang baperan akan mudah meneteskan air mata yang terkadang ditanggapi yang berbeda pula orang yang melihatnya. Mudah kecewa yang menyebabkan seseorang kehilangan sesuatu, bisa kesempatan atau kehilangan kawan. Orang yang baperan tidak tau rasa berterima kasih kepasa seseorang apalagi kepada Tuhannya. Ia merasa kurang dengan segala yang dimiliki atau juga merasa yang “paling” diantara yang lainnya.

    Orang yang baperan susah mersakan arti sebuah kebahagiaan karena  apa yang dilihat dan didengarnya berbeda dengan keinginan hatinya, hingga hatinya tak dapat menerima dan disinilah yang menyebabkan hatinya tak merasa senang maka pada saat itu dia merasakan ketidak bahagiaan. Rasa ketidak bahagiaan ini bisa juga muncul karena teman-temannya menjauh darinya.

    Lalu bagaimana cara mengatasi rasa baper ? Maka seringlah curhat kepada teman dekatmu yang sejenis tentang apa yang kamu rasakan. Karena kalau dengan lawan jenis bisa menimbulkan fitnah, juga rasa cinta satu sama lain karena seringnya bertemu. Karena pepatah jawa mengatakan “ tresno jalaren soko kulino “ yang artinya cinta itu timbul dari rasa kebersamaan. Hehehe

    Jangan terlalu sering nonton sinetron dengan tema percintaan. Karena  akan membuat kita menjadi orang-orang yang baperan karena terbawa oleh alur cerita sang sutradaara  yang dibuat sedemikian rupa sehingga membuat penonton enggan beranjak dari tempat duduknya hingga semakin menambah rating. Semakin bertambah rating maka semakin diperpanjang episodenya dan menambah baper para penotonnya.

    Sibukan diri dengan hal-hal yang bermanfaat. Karena semakin banyak diam akan semakin besar kemungkinan untuk baper. Tetapi kalau kita sibuk maka hal-hal sepele akan terlupakan .

    Gunakan mulut dengan pikiran  ketika kita ingin menyampaikan kata bukan dengan mulut dan perasaan saja. Sebab terlalu berperasaan akan membuat hal-hal yang tidak realistis. Pun ketika melihat suatu permasalahan maka cernalah bukan hanya demgan perasaan tetapi juga dengan pikiran.

    Luangkan waktu untuk refreshing supaya tidak stress dengan pekerjaan sehari-hari yang terkadang menguras tenaa dan pikiran, sehingga mudah tersulut emosi. Piknik dapat membawa pikiran lebih rilek, santai dan tentunya membuat hati senang. Piknik tidak harus mewah makan bersama dengan keluarga di tanah lapang atau di taman, atau kebun belakang rumah misalnya juga dapat membuat persaan kita senang.

    Menghadapi orang yang baperan jangan menimpali pembicaraannya dengan serius. Lawanlah dengan diam atau candaan. Karena kalau ditimpali apa bedanya kita dengan dia. Jangan terlalu akrab biasa-biasa saja. Apabila terlalu akrab suatu saat ada perbedaan pandangan dengannya maka kita bisa menjadi korban bapernya. Berilah selalu nasehat padanya. Semoga kita tidak menjadi orang yang mudah baper. Karena baper membuat hati tidak bahagia.

     Suganda Indra

       14th Day # ChallangeReliKabTang

                      

    .

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PALESTINA KEMBALI BERDUKA

GURUKU INSPIRASIKU

IKUTI SUARA HATI