NIATKAN...................
NIATKAN…………………
Niat
adalah keinginan hati untuk melakukan sesuatu. Tanpa adanya niat maka sesuatu tidak akan ada. Niat inilah yang mendorong
manusia melakukan sesuatu dengan kesungguhan atau keseriusan.
Setiap
awal pertemuan pada kegiatan belajar mengajar dengan peserta didik seorang guru memberikan simulasi pada
mereka. Diambilah benda yang ada di ruang kelas. Lazimnya yaitu penghapus, dan
spidol.
Maka
diambilnya spidol, dan penghapus tersebut. Kemudian diletakan spidol tersebut di
atas meja dengan posisi berdiri, sementara penghapus ada di tangan. “Anak – anak
coba perhatikan spidol ini. Siapa diantara kalian yang berani menimpuk spidol hingga
jatuh?” Merekapun menjawab “Saya pak, Saya
Pak “. Satu persatu mereka berusaha menjatuhkan spidol tersebut dengan penghapus.
Nampak wajahnyapun beraneka ragam, ada yang matanya melotot melihat spidol, ada
yang menimpuknya dengan keras, ada yang malu-malu, dan ada juga yang nampaknya
kurang percaya diri.
Lantas
dilakukanlah simulasi yang kedua oleh
Guru tersebut yakni dikatakan pada mereka bahwa spidol ini akan dilempar secara
sembarang, apabila menghampiri dirinya berusahalah untuk menangkapnya dan
melempar kembali secara sembarang. Terdengarlah suara keributan terutama anak
perempuan. Aduh kena tanganku tahu, aduh hampir kena kepalaku teriak salah seorang dari mereka. Keseruanpun tercipta, tujuan
tersampaikan, dan segera diakhiri simulasi tersebut.
Di
akhir simulasi Pak Guru melontarkan pertanyaan pada mereka : “ Apa hikmah dari simulasi tadi? ”. Diantara mereka
ada yang menjawab : konsentrasi, fokus, hati-hati, sungguh-sungguh, nimpuk
sesuatu, dll. Kalian benar semua,luar biasa, pak guru memberi apresiasi kepada
murid-muridnya. Jadi dalam kehidupan ini kita harus mempunyai niat, harus punya
cita-cita, harus mempunyai tujuan. Sebab apabila tidak mempunyai tujuan bisa
jadi akan merugikan bukan saja dirinya sendiri tapi juga orang lain. Anak yang
sering bolos sekolah bisa jadi tidak tahu tujuan sekolah buat apa. Anak yang
malas belajar, barangkali dia tidak mempunyai cita-cita atau tujuan setelah
lulus sekolah dia mau kemana, mau jadi apa kelak.
Dalam
organisasipun kita harus punya tujuan. Dalam oraganisasi biasanya tujuan dirumuskan
bersama yang tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi. Disitulah orang-orang yang ada di
dalamnya mencurahkan segenap tenaga dan pikirannya agar
tercapai tujuan tersebut. Walau dalam perjalanan tidak semulus seperti apa yang
kita inginkan. Banyak kendala atau rintangan yang menghalangi langkah kita baik
dari internal maupun ekternal. Itu adalah sunnatullah. Karena kita berada dalam
jamaah manusia yang memiliki sifat dan karakter berbeda. Tapi justru dengan
halangan dan rintangan itu menjadikan kita semakin kuat. Oleh karenanya ketika menemukan
permaslahan kembalikan pada niat atau tujuan semula.
Ketika
dalam mengarungi kehidupan rumah tangga misalnya, pasti ada kesalah fahaman,
ketidak cocokan, dan sebagainya. Maka manakala itu terjadi kita ingat tujuan
atau niat kita diawal pernikahan yakni menyempurnakan sebagian agama, atau
ingin membentuk keluarga yang SAMARA, maka akan terhindar dari yang namanya
perceraian.
Begitupun
dalam organisasi manakala ada kerikil berupa kesalah fahaman atau ada ketidak
cocokan dengan rekan yang lain, kembalikanlah kepada niat atau tujuan awal.
Bukan lantas keluar dari organisasi tersebut lalu membentuk organisasi baru.
Kalaupun itu terjadi dapat dipastikan bahwa sebagian orang-orang yang ada di
dalamnya mempunyai tujuan atau niat yang menyimpang. Ingat “ Innama ‘amalu
binniyat. Bahwa segala sesuatu itu bergantung pada apa yang diniatkan.
Meraih
kebahagianpun harus diniatkan. Kapan dan dimana saja kita berada, apapun
masalah yang kita hadapi pasti akan mengalahkan rasa kecewa. Ketika di kantor
bertemu dengan orang yang memiliki sifat diluar kebiasaan, kita akan tetap
happy, karena hati sudah termenej dengan baik agar tercipta rasa bahagia.
Itulah
betapa pentingnya niat. Maka niat ditempatkan pada urutan pertama dalam rukun
ibadah. Seperti sholat, puasa, wudhu, dan ibadah-ibadah yang lainnya. Karenanya
luruskan niat, dengan niat yang lurus dapat membawa gerbong ke arah yang benar.
Bagi seorang muslim maka segala sesuatu yang kita kerjakan harus kita niatkan
untuk ALLAH.
Suganda Indrawijaya
#ChallangeReliKabTang

Komentar
Posting Komentar