KENANGAN TERINDAH RAMADHAN DI AN -NABAWI
KENANGAN TERINDAH RAMADHAN DI AN-NABAWI
Sekitar
17 Seperti biasa di sepuluh terakhir
Ramadhan banyak masjid yang membuka kegiatan I’tikaf. Itikaf adalah berdiam
diri di masjid dalam rangka taqorrub Ilallah ( mendekatkan diri pada Allah ) .
Dalam
pelaksanaannya ada yang mandiri dan ada juga yang terkoordinir. Mandiri
maksudnya adalah setiap orang yang beritikaf bebas melakukan kegiatan apa saja dan
kapan selama tidak membatalkan itikaf tanpa ada komando dari panitia itikaf. Sedangkan
Itikaf yang terkoordinir adalah beberapa dalam kegiatan selama itikaf sudah
dijadwal oleh panitia.
Biasanya
dalam kegiatan itikaf itu diisi dengan kajian seperti kajian ba’da Tarawih selain
kultum Ramadhan, kajian ba’da Subuh, kajian ba’da Juhur, dan kajian Ba’da Asar.
Iftor jama’i dan sahur bersama yang sudah disedikan oleh panitia. Selain itu
juga sholat tahajud selama itikaf, dan sholat
tasbih biasanya dilakukan satu kali
selama itikaf.
Salah
satu Masjid Di Kota Tangerang yang biasa melaksanakan itikaf dengan berbagai
kegiatan adalah Masjid AN-NABAWI yang terletak di perumahan Banjar Wijaya di
Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang.
Ada
kenangan terindah yang kurasakan pada sekitar 17 tahun
silam tatkala mengikuti I’tikaf di Mesjid tersebut. Pada saat itu setelah
sholat tarawih ada kajian yang diisi oleh Ustadz yang Saya lupa namanya. Selain
menjadi seorang mubaligh beliau juga adalah seorang manajer di sebuah
perusahaan. Pada saat itu beliau menyampaikan tema Lailatul Qodr. Dalam pembukaannya
beliau bercerita bahwa pada suatu hari di sepuluh terakhir Ramadhan usai sholat
Subuh ketika beliau menuju rumahnya, dirasakan ada hal yang berbeda yang dirasakan
dari hari-hari sebelumnya, dimana saat itu suasana hening, tenang dan damai
dirasakan oleh hatinya. Beliaupun bertanya pada dirinya sendiri apakah Saya
mendapatkan lailatul Qodar? Lalu Iapun berdoa memohon kebaikan kepada Allah
SWT.
Sebelum
menyampaikan isi kjaiannya secara mendalam, beliau memninta kepada panitia agar
kajiannya pada malam itu di rekam.
Dengan sigap panitia melaksanakannya. Setelah kurang lebih 10 menit kajian
berjalan, beliau merasakan sesak nafas dan memegang dadanya seraya beristighfar
lalu kemudian tubuhnya tersungkur kelantai. Sontak jamaah terkejut, panitiapun
lekas menghampirinya dan segera melarikannya ke rumah sakit terdekat. Namun dalam
perjalanan beliau menghembuskan nafasnya yang terakhir. Innalillahi wainna ilaihi
roji’un.
Ada
pelajaran berharga yang kita dapati bahwa kita jangan merasa cukup dengan ilmu
agama yang kita miliki, tetapi juga harus memiliki ilmu dunia sebagai penunjang
ilmu agama. Begitupun sebaliknya jangan merasa cukup dengan ilmu dunia tapi
juga harus diimbangi dengan ilmu agama. Pelajaran yang kedua yang bisa kita
ambil ibrohnya bahwa untuk mendapatkan malam lailatul Qodr harus mendekatkan
diri kepada Allah SWT dengan lebih ekstra . Dan pelajaran yang ketiga adalah
senantiasa berda’wah. Karena berda’wah adalah amalan yang agung dan mulia menurut
Syekh Abdullah Ju’aitsan. Dan dalam sabda Rasullah SAW, “ Barangsiapa menyeru kepada hidayah, dia mendapatkan pahala
seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikitpun pahala
mereka.” (HR. Muslim ) dan masih banyak lagi keutamaan lainya. Kemudian
pelajaran yang keempat yang bisa kita petik dari peristiwa di atas adalah bahwa
perkara kematian adalah rahasia Allah yang tidak seorangpun dapat mengetahui
kapan dan dimana ia mati. Namun biasanya orang akan dimatikan sesuai dengan
kebiasaannya. Oleh karenanya biasakanlah berbuat kebaikan. Agar ketika
sakaaratul maut dating kita sedang melakukan kebaikan.
Saudaraku
sekalian hari ini adalah hari ke-23 Ramadhan masih ada waktu sepekan lagi untuk
meraih malam kemuliaan, malam lailatul qodr dengan itikaf yang disunnahkan
dalam Ramadhan ni. Carilah masjid yang menyelenggarakan itikaf.. Kalaupun tidak
ada karena alasan pandemi tetap niatkan untuk itikaf di masjid agar mendapat pahala
yakni pahala niat. Kencangkan ikat pinggang untuk lebih melakukan aktifitas
ibadah dalam rangka taqorrub ilallah. Semoga kita dapat meraih LAILATUL QODR.
suganda indrawijaya
#Day 23TH challangeRamadhanReliKabTang
Komentar
Posting Komentar