Mau Dikasih Bonus. Malah Menajauh…………..
Mau Dikasih Bonus. Malah Menajauh…………..
Saya
yakin semua sudah tahu kalau Bulan Ramadhan ini adalah bulan yang mulia , bulan
yang penuh keberkahan, bulan yang penuh ampunan dan rahmat. Tetapi banyak orang
menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan Allah. Allah Maha tahu segalanya.
Allah mengetahui bahwa umur umat Nabi Muhammad SAW , rata-rata 63 tahun. kalaupun
lebih itu bonus dari Allah SWT, Oleh karenanya Allah menyiapkan untuk umat Muhammad
di Bulan Ramadhan ini suatu malam yang lebih baik dari seri bulanin yaitu Malam
Lailatul Qodr. Kalau kita hitung pakai kalkulator seribu dibagi 12 ( karena
setahun = 12 bulan) yaitu 83 tahun lebih 3 bulan.
Siapa
orang yang beribadah pada malam lailatul Qodr itu maka pahala
yang didapat lebih baik dari ibadah seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat
untuk mengatur segala urusan dengan izin Allah SWT. Mereka turun ke bumi dan
mengamini doa umat Islam yang dipanjatkan di sepanjang malam itu hingga terbit
fazar. Itulah bonus dari Allah SWT yang Maha Rohman kepada hamba-Nya di sediakan
pada 10 malam terakhir.
Namun
apa yang terjadi di masyarakat kita. Ketika Allah ingin memberikan bonus namun
kebanyakan manusia malam menjauh pergi. Masjid-masjid atau musholla-mushola mengalami kemajuan shofnya. Yang tadinya penuh
sampai ke pelataran masjid/musholla, namun disaat detik-detik terakhir ibarat
pertandingan hendak mencapai final atau garis finish kita tak berdaya. Shof
atau barisan dalam sholat tarawih tersisa hanya satu baris saja, itupun tidak
penuh. Mall menjadi pusat keramaian walau di masa pandemic, sementara masjid tempat
untuk kita beritikaf, bertafakur, berdzikir, mendekatnya diri padaNya yang
hendak memberikan kita bonus justru kita tinggalkan.
Para
remaja banyak yang tidak berpuasa dengan alasan nanggung tinggal sebentar lagi,
suatu pemikiran yang keliru. Para Ayah semakin sibuk mencari rezeki untuk keperluan
lebaran, sementara ibu-ibu sibuk di dapur membuat kue lebaran bahkan diantara
mereka membatalkan puasanya karena tak tahan dengan panasnya suasana dapur.
Para perantau sibuk menyiapkan diri untuk mudik atau pulang kampong walau sudah
dilarang oleh pemerintah dengan alasan mencegah penyebaran covid 19 yang sudah
lebih dari setahun melanda Bumi Pertiwi dan beberapa Negara lainnya. Namun
dengan berbagai upaya atau cara dilakukan supaya bisa lolos dari petugas yang
menjaga di setiap pos penjagaan. Bahkan menurut temen yang sering mudik tak
jarang para pemudik membatalkan puasanya karena kehausan di jalan.
Semoga
kita yang sadar aka ada pemberian bonus dari Allah memanfaatkan kesempatan ini
dengan baik, dengan lebih giat beribadah kepadanya. Target tadarusnya dipacu agar
tercapai, qiyamul lailnya semakin ditingkatkan, dzikirnya diperbanyak,
bermunajat terus tiada henti. Mohon segala kenaikan darinya. Semoga Lailatul
Qodr dapat kita raih.
Suganda
Indra
#
Day 25th Ramadhan ReliKabTang

Komentar
Posting Komentar