3 HAL YANG MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN
TIGA HAL YANG DAPAT MEMBAWA
KEBAHAGIAAN
Setiap insan pasti mengharapkan
kehidupan yang bahagia. Karena bahagia adalah harta yang tak ternilai. Bahagia
dapat membuat hidup kita sehat baik jasmani maupun rohani. Namun banyak orang
yang belum menemukan kunci kebahgiaan. Oleh
karenanya mari kita mencari kunci kebahagiaan itu bersama-sama.
Menurut hemat penulis bahwa ada 3
kunci kebahagiaan, nanti kalau kurang tolong ditambahkan yah.
Pertama : Iman
dan Taqwa
Dengan keimanan dan ketaqwaan kepada
Allah SWT hidup kita akan tenang. Tidak ada rasa takut dan kekhawatiran yang
mendalam. Kita tidak takut miskin karena selagi nyawa masih di kandung badan
Allah akan menjamin rezekinya, terlebih ketika kita bertaqwa kepadaNya, maka Allah akan mencukupkan kebutuhan kita, bahkan
Allah akan memberikannya dari arah yang tak disangka-sangka. Kita tidak
khawatir akan musibah dan bencana karena semua itu adalah takdir dariNya, bagi orang
yang beriman maka dia akan ridho terhadap keputusan Allah. Yang dilakukannya
adalah ikhtiar yang maksimal, karena hal tersebut adalah perintah Allah. Bagi
orang yang beriman dia akan taat pada perintah Allah. Baginya sami’na wa atho’na.
(kami dengar dan kami taat) .
Kedua ; Ilmu
Rasulallah SAW mengatakan “ Kalau kau
ingin menghendaki kehidupan dunia, maka harus dengan ilmu, kalau kau ingin
menghendaki kehidupan akherat maka dengan ilmu, kalau kau ingin menghendaki
kehidupan dunia dan akherat maka harus dengan ilmu.
Dengan ilmu kita bisa melakukan
sesuatu. Ketika kita dapat melakukan sesuatu maka kita akan mendapatkan uang. Ketika
uang sudah kita miliki maka kita akan dapat memiliki sesuatu yang kita
inginkan, dan ketika kita memiliki sesuatu
maka kita akan mersakan bahagaia. Contoh tukang baso dapat membuat baso karena
dia tahu ilmu untuk membuat baso. Baso tersebut di jual dan ia mendapatkan
uang. Dengan uang tersebut ia bisa membeli sesuatu yang diinginkan seperti HP,
motor, rumah dan sebagainnya. Hal tersebut dapat membuat hidupnya bahagia.
Tentu bagi orang yang beriman dia tidak hanya ingin hidup bahagia di
dunia saja tapi juga ingin hidup bahagia di akherat. Baginya kehidupan dunia
hanyalah perantara untuk hidup pada kehidupan yang abadi yakni akherat. Karena
di sanalah kehidupan yang hakiki. Maka dia akan membekali diri agar mendapatkan
kehidupan yang bahagia di akherat kelak. Ia akan membekali dirinya dengan ilmu
yang dapat mengantarkannya pada kebahagian hidup di kehidupan yang hakiki. Ia
akan belajar ilmu agama yang dapat meningkat keimanannya.
Ketika tukang baso beriman, maka dia
akan menjual basonya dengan jujur .Ia tidak mau menjual hal-hal yang menjijikan
yang berbahaya bagi manusia, ia tidak akan menjual hal-hal yang diharamkan oleh
agama demi keuntungan semata. Seperti
membuat baso dari daging tikus, atau celeng misalnya. Begitupun ketika ia melayani pelanggan, maka
ia melayaninya dengan sepenuh hati, dengan sikap yang ramah, sopan, menjaga
kebersihan. Sehingga pelanggan akan
merasa senang . Pundi-pundi rupiahpun semakin bertambah. Dan ia pun tak lupa
menginfakan sebagian rezekinya di jalan Allah sehingga menambah keberkahan
dalam hidupnya.
Ketiga :
Amal sholeh
Amal sholeh (perbuatan yang baik dan benar)
adalah pengejawantahan dari keimanan. Seseorang belum dapat dikatakan beriman kalau belum melakukan amal
sholeh. Karena iman bukan hanya ucapan bibir semata, tetapi perlu pembuktian
yaitu amal sholeh. Prinship hidup orang beriman adalah bagaimana dirinya
bermanfaat bagi orang lain. Karena baginya sebagaimana yang pernah dikatakan
oleh baginda Nabi sebaik-baik manusia adalah yang membawa manfaat bagi orang
lain.
Ilmu yang dimiliki harus diamalkan
agar bermanfaat untuk orang lain. Oleh karena itu saling keterkaitan antara iman, ilmu, dan
amal sholeh. Ketiga hal tersebut jangan sampai terpisah. Iman tanpa ilmu akan
melahirkan taqlid buta atau bisa jadi menyimpang. Begitupun sebaliknya ilmu
tanpa iman maka bisa jadi ilmunya dapat membawa kerusakan bagi manusia atau
mahluk lainnya. Iman tanpa amal adalah sebuah kebohongan, amal tanpa iman akan
mengurangi nilai bahkan mungkin akan sia-sia di mata Allah. Ilmu tanpa amal
akan menjadi tak bermakna, amal tanpa ilmu bisa jadi salah dalam pelaksanaanya
yang dapat merugikan bukan saja dirinya tapi juga orang lain.
Oleh karena itu mari kita padukan
antara iman, ilmu, dan amal sehingga kita dapat menemukan kebahagiaan hidup di
dunia dan di akherat. Taka da batasa usia untuk beriman, tak ada batasan ruang
dan waktu untuk menuntut ilmu, Tak ada
takaran untuk melakukan kebaikan atau amal sholeh. Lakukan terus selagi
bermanfaat bagi orang lain. Yang pasti ada batasan waktu untuk hidup di dunia.
Karenanya 3 hal tersebut di atas harus melekat pada diri kita sehingga kita
temukan kebahagiaan hidup di dunia dan di akherat,
Suganda Indra - Teluknaga
Komentar
Posting Komentar